PROSES PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI DALAM AL-QUR’AN (Studi Komparatif Terhadap Penafsiran Thantawi Jauhari dan Muhammad Mutawalli Sya’rawi)

Abdul Mu'iz, Firman Ata Amrullah

Abstract


Jangka waktu proses penciptaan langit dan bumi dijelaskan dalam Al-Qur'an, khususnya dalam QS. Hud 11:7 yang menyebutkan penciptaan bumi dalam enam masa. Namun, pada QS. Fussilat 41:9, 10 -12 merinci penciptaan bumi dan langit dalam delapan masa, rician pada surah ini malah jadi bertentangan dengan ayat lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontradiksi tersebut melalui tafsir ilmiah dari karya Thantawi Jauhari dan Muhammad Mutawalli Sya’rawi. Dalam penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan, dengan menjabarkan dan mengkomparasi penafsiran Thantawi Jauhari dan Muhammad Mutawalli Sya’rawi mengenai masalah masa proses penciptaan bumi yang tidak konkret antara ayat sebelumnya dengan QS. Fussilat ayat 9, 10, dan 12, yang bersumber dari kitab Al-Jawahir Fi Tafsir Al-Qur’a Al-Karim dan Tafsir Al-Sha’rawi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam QS. Fussilat ayat 9, 10, dan 12, penciptaan bumi tetap berlangsung dalam enam masa, dapat dijelaskan sebagai berikut: dua masa dalam ayat 9, dua masa penciptaan dalam ayat 10, dan dua masa pembentukan langit dalam ayat 12. Penjelasan ini memperkuat bahwa tidak ada kontradiksi antara ayat-ayat dalam Al-Qur’an. Selain itu, terdapat beberapa perbedaan antara kedua penafsiran, seperti penafsiran mengenai masa, tahapan ketiga dan keempat dalam proses penciptaan bumi, serta penjelasan tentang proses penciptaan langit dan bumi dalam delapan masa. Namun, kedua penafsiran memiliki persamaan, di antaranya adalah kesepakatan bahwa tidak ada kontradiksi antar ayat dalam Al-Qur’an, awal mula penciptaan bumi, sumber berkah yang terdapat di bumi, dan penjelasan mengenai tingkatan langit.

Keywords


Penciptaan, langit dan Bumi

References


Al-Qur’an Kementrian Agama RI. Al-Qur’an Dan Terjemahnya. Jakarta: Lajnah Pentashih Al-Qur’an, 2015.

Donatus, Sermada Kelen. “Pendekatan Kuantitatif Dan Kualitatif Dalam Penelitian Ilmu Sosial: Titik Kesamaan Dan Perbedaan.” Studia Philosophica et Theologica 16, no. 2 (2016): 197–210.

Jauhari, Thantawi. Al-Jawahir Fi Tafsir Al-Qur’an Al-Karim. Vol. 1. Mustafa Al-Babi Al-Halabi, 1932.

Nasution, Hasiolan. “Tafsir Ilmi Mukjizat Al-Qur’an Tentang Astrofisika.” TAFAKKUR : Jurnal Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 4, no. 2 (June 30, 2024): 231–250.

Ono, Yamin W. “Modul Tata Surya.” Universitas Negeri Yogyakarya (2012).

Rahmawati, Richa Dwi, and Nurhasanah Bakhtiar. “Pembelajaran Ipa Berbasis Integrasi Islam-Sains Pada Pokok Bahasan Penciptaan Alam Semesta Dan Tata Surya.” Journal of Natural Science and Integration 1, no. 2 (2019): 195–212.

Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2013.

Sya’rawi, Muhammad Mutawalli. Tafsir Al-Sya’rawi. Mesir: Maktabah al Usrah, 1992.

Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2008.


Full Text: PDF

DOI: 10.28944/el-waroqoh.v8i2.2118

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.