RITUAL TOLAK BALA’ (STUDI FENOMENOLOGI INTERPRETATIF DI BHUJUK ACCAM, KAMPUNG LAOK SABA, DESA AENGBAJA KENEK, KECAMATAN BLUTO, KABUPATEN SUMENEP)
DOI:
https://doi.org/10.28944/el-waroqoh.v4i1.592Keywords:
Ritual, Tolak Bâlâ’, Bhujuk Accâm.Abstract
Keselamatan ataupun kebahagiaan adalah suatu hal yang menjadi keinginan setiap orang. Namun, karena sudah menjadi suatu keniscayaan bahwa hidup tak akan selamanya dalam posisi yang nyaman, adakalanya yang namanya kesusahan dan musibah yang melanda. Dan untuk mencegah hal itu, suatu kelompok masyarakat melakukan ritual atau upacara sebagai salah satu cara mengantisipasinya. Salah satu bentuk ritual itu ialah ritual tolak bâlâ’. Sehingga, ritual tolak bâlâ’ menjadi suatu hal yang tak terpisahakan dalam kehidupan mereka dan menjadi suatu bagian yang vital dalam bagi mereka. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana ritual tolak bâlâ’ yang dilaksanakan di Bhujuk Accâm, Kampung Laok Saba Desa Aengbaja Kenek Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep dalam rangka ingin mengungkap secara detail bagimana ritual tolak bâlâ’ tersebut, yang dijabarkan dalam dua fokus yaitu bagaimana dinamika ritual Tolak Bâlâ’ di Bhujuk Accâm, Kampung Laok Sabâ, Desa Aengbaja Kenek, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep? bagaimana makna keselamatan pada ritual tolak bâlâ’ bagi masyarakat Kampung Laok Sabâ mengenai tradisi Tolak Bâlâ’ di Bhujuk Accâm, Kampung Laok Sabâ, Desa Aengbaja Kenek, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep? Untuk mengetahui lebih dalam tentang fenomena ritual tolak bâlâ’ ini, maka peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif lapangan. Adapun metode yang digunakan adalah metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil pertama yang ditemukan dalam penelitian ini adalah bahwa ritual tolak bâlâ’ yang ada di kampung Laok Sabâ ini ialah dinamika ritual yang dikandungnya antara lain : dinamika agama, dinamika budaya, dan dinamika sosial. Yang kedua, makna keselamatan dalam ritual tolak bâlâ’ di kampung Laok Sabâ antara lain : iman kepada Allah sebagai sumber keselamatan, terhindar dari bencana, malapetaka dan musibah, terciptanya ketentraman dan kesejahteraan lingkungan dan timbul rasa senang.
References
Aditiya Resti, “Partisiasi Masyarakat dalam Tradisi Bersih Desa (Studi Kasus Di Kampung Bibis Kulon, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta,†Universitas Sebelas Maret Surakarta (2009).
Agus Bustanuddin, Agama dalam Kehiduan Manusia (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007).
Baedhowi, Kearifan Lokal Kosmologi Kejawen dalam Agama dan Kearifan Lokal (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008).
Dkk, Hasbullah, “Ritual Tolak Bala ada Masyarakat Melayu (Kajian pada Masyarakat Patalangan Kecamatan Pangkalan kuras Kabupaten Pelalawan,†UIN Sultan Syarif Kasim, Riau, Indonesia dengan Universiti Malaya,Malaysia, vol.25, Ushuluddin (Juni 2017).
Endaswara Suwardi, Etnologi Jawa (Yogyakarta: CAPS, 2015).
Geertz Clifford, Abangan Santri Priyayi dan Masyarakat Jawa, t.t.
--------------------, Tafsir Kebudayaan (Yogyakarta: Kanisius, 1970).
Harun Yahya, Kerajaan Islam Nusantara Abad XVI dan XVII (Yogyakarta: Kurnia kalam Sejahtera, 1995).
J. Schreiter Robert, Rancang Bangun Teologi Lokal (Jakarta: Gunung Mulia, 2006).
Khalil Ahmad, Islam jawa, Sufime Dalam Etika dan Tradisi Jawa (Malang: UIN Malang Press, 2008).
Koentjaraningrat, Beberapa Pokok Antropologi Sosial (Jakarta: Dian Rakyat, 1985).
Koentjaraningrat, Kebudyaan Mentalitas dan Pembangunan (Jakarta: Granedia, 1985).
Koentjaraningrat, Sejarah Antropologi, I. (Jakarta: UI Press, 1987).
Koentjaraningrat Pengantar Ilmu Antropologi (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002).
Masruri Muhammad, “Kosmologi Danyang Masyarakat Desa Sekoto dalam Ritual Bersih Desa,†Dinas Pendidikan Kabuaen Jepara, vol.7, 2 (Agustus 2013).
Mulyadi Ahmad, “Memaknai Tradisi Masyarakat Muslim Sumenep,†STAIN Sumenep, Ilmiah Kajian Antroologi (t.t.)
Osman.Mohd. Taib, Msyarakat Melayu Struktur, Organisasi dan Manifestasi (Kuala Lumpur, Malaysia: Dewan Bahasa dan Pustaka, 1989).
Soetopo Dhalia, “Hegemoni Kepala Desa Dalam Tradisi Selamatan Kampung Dan Ider Bumi di Rejosari Kecamatan Glagah Banyuwangi,†Universitas PGRI Banyuwangi, vol.X, Ilmiah Pendidikan (Setember 2016).
Wawancara dengan bapak Samsul Bahri (Juru kunci Bhujuk Accâm) 21 Januari 2020
Wawancara dengan Nyai Kholifah(pengasuh di Mushalla al-Kautsar dan tokoh sepuh di kampung Laok Sabâ) 20 Januari 2020
Wawancara dengan bapak M.Yazid. 20 Januari 2020
Wartaya Winangun, Masyarakat Bebas Struktur Liminalitas dan Komunitas Menurut Victor Turner (Yogyakarta: Kanisiius, 1990).
Downloads
Additional Files
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.