RITUAL TOLAK BALA’ (STUDI FENOMENOLOGI INTERPRETATIF DI BHUJUK ACCAM, KAMPUNG LAOK SABA, DESA AENGBAJA KENEK, KECAMATAN BLUTO, KABUPATEN SUMENEP)

Ita Susanti, Muhtadi Abd Mun'im

Abstract


Keselamatan ataupun kebahagiaan adalah suatu hal yang menjadi keinginan setiap orang. Namun, karena sudah menjadi suatu keniscayaan bahwa hidup tak akan selamanya dalam posisi yang nyaman, adakalanya yang namanya kesusahan dan musibah yang melanda. Dan untuk mencegah hal itu, suatu kelompok masyarakat  melakukan ritual atau upacara sebagai salah satu cara mengantisipasinya. Salah satu bentuk ritual itu ialah ritual tolak bâlâ’. Sehingga, ritual tolak bâlâ’ menjadi suatu hal yang tak terpisahakan dalam kehidupan mereka dan menjadi suatu bagian yang vital dalam bagi mereka. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana ritual tolak bâlâ’ yang dilaksanakan di Bhujuk Accâm, Kampung Laok Saba Desa Aengbaja Kenek Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep dalam rangka ingin mengungkap secara detail bagimana ritual tolak bâlâ’ tersebut, yang dijabarkan dalam dua fokus yaitu bagaimana dinamika ritual Tolak Bâlâ’ di Bhujuk Accâm, Kampung Laok Sabâ, Desa Aengbaja Kenek, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep? bagaimana makna keselamatan pada ritual tolak bâlâ’ bagi masyarakat Kampung Laok Sabâ mengenai tradisi Tolak Bâlâ’ di Bhujuk Accâm, Kampung Laok Sabâ, Desa Aengbaja Kenek, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep? Untuk mengetahui lebih dalam tentang fenomena ritual tolak bâlâ’ ini, maka peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif lapangan. Adapun metode yang digunakan adalah metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil pertama yang ditemukan dalam penelitian ini adalah bahwa ritual tolak bâlâ’ yang ada di kampung Laok Sabâ ini ialah dinamika ritual yang dikandungnya antara lain : dinamika agama, dinamika budaya, dan dinamika sosial. Yang kedua, makna keselamatan dalam ritual tolak bâlâ’ di kampung Laok Sabâ antara lain : iman kepada Allah sebagai sumber keselamatan, terhindar dari bencana, malapetaka dan musibah, terciptanya ketentraman dan kesejahteraan lingkungan dan timbul rasa senang.


Keywords


Ritual, Tolak Bâlâ’, Bhujuk Accâm.

References


Aditiya Resti, “Partisiasi Masyarakat dalam Tradisi Bersih Desa (Studi Kasus Di Kampung Bibis Kulon, Kelurahan Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Surakarta,†Universitas Sebelas Maret Surakarta (2009).

Agus Bustanuddin, Agama dalam Kehiduan Manusia (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2007).

Baedhowi, Kearifan Lokal Kosmologi Kejawen dalam Agama dan Kearifan Lokal (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2008).

Dkk, Hasbullah, “Ritual Tolak Bala ada Masyarakat Melayu (Kajian pada Masyarakat Patalangan Kecamatan Pangkalan kuras Kabupaten Pelalawan,†UIN Sultan Syarif Kasim, Riau, Indonesia dengan Universiti Malaya,Malaysia, vol.25, Ushuluddin (Juni 2017).

Endaswara Suwardi, Etnologi Jawa (Yogyakarta: CAPS, 2015).

Geertz Clifford, Abangan Santri Priyayi dan Masyarakat Jawa, t.t.

--------------------, Tafsir Kebudayaan (Yogyakarta: Kanisius, 1970).

Harun Yahya, Kerajaan Islam Nusantara Abad XVI dan XVII (Yogyakarta: Kurnia kalam Sejahtera, 1995).

J. Schreiter Robert, Rancang Bangun Teologi Lokal (Jakarta: Gunung Mulia, 2006).

Khalil Ahmad, Islam jawa, Sufime Dalam Etika dan Tradisi Jawa (Malang: UIN Malang Press, 2008).

Koentjaraningrat, Beberapa Pokok Antropologi Sosial (Jakarta: Dian Rakyat, 1985).

Koentjaraningrat, Kebudyaan Mentalitas dan Pembangunan (Jakarta: Granedia, 1985).

Koentjaraningrat, Sejarah Antropologi, I. (Jakarta: UI Press, 1987).

Koentjaraningrat Pengantar Ilmu Antropologi (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2002).

Masruri Muhammad, “Kosmologi Danyang Masyarakat Desa Sekoto dalam Ritual Bersih Desa,†Dinas Pendidikan Kabuaen Jepara, vol.7, 2 (Agustus 2013).

Mulyadi Ahmad, “Memaknai Tradisi Masyarakat Muslim Sumenep,†STAIN Sumenep, Ilmiah Kajian Antroologi (t.t.)

Osman.Mohd. Taib, Msyarakat Melayu Struktur, Organisasi dan Manifestasi (Kuala Lumpur, Malaysia: Dewan Bahasa dan Pustaka, 1989).

Soetopo Dhalia, “Hegemoni Kepala Desa Dalam Tradisi Selamatan Kampung Dan Ider Bumi di Rejosari Kecamatan Glagah Banyuwangi,†Universitas PGRI Banyuwangi, vol.X, Ilmiah Pendidikan (Setember 2016).

Wawancara dengan bapak Samsul Bahri (Juru kunci Bhujuk Accâm) 21 Januari 2020

Wawancara dengan Nyai Kholifah(pengasuh di Mushalla al-Kautsar dan tokoh sepuh di kampung Laok Sabâ) 20 Januari 2020

Wawancara dengan bapak M.Yazid. 20 Januari 2020

Wartaya Winangun, Masyarakat Bebas Struktur Liminalitas dan Komunitas Menurut Victor Turner (Yogyakarta: Kanisiius, 1990).


Full Text: PDF

DOI: 10.28944/el-waroqoh.v4i1.592

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.