TAFSIR BUDAYA DODENGO SEBAGAI KOHESI SOSIAL PADA MASYARAKAT GAMKONORA
DOI:
https://doi.org/10.28944/el-waroqoh.v6i2.716Keywords:
Kohesi Sosial, Tafsir, dan BudayaAbstract
Dodengo adalah sebuah tradisi pertarungan satu lawan satu. Permainan Dodengo ini mirip dengan tarian perang (cakalele). Biasanya permainan ini diadakan setelah perayaan hari raya Idul Fitri. Budaya Dodengo merupakan tradisi yang berguna untuk melatih dan menguji ketangkasan dan kelincahan seseorang. Umumnya permainan ini hanya dimainkan oleh laki-laki. Alat yang digunakan adalah perisai (salawaku) dan sepotong Gaba yang panjangnya 50 cm. Kedua alat tersebut berfungsi sebagai pencegah dan pentungan. Budaya Dodengo dengan tujuan mempererat tali silaturahmi antar empat desa, yaitu desa Gamkonora, Talaga, Gamsungi dan Tahafo. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (fields research) dengan pendekatan fenominoligis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui cara komunikasi masyarakat desa Gamkonora, Talaga, Gamsungi dan Tahafo dalam melaksanakan budaya Dodengo. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Dodengo tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Desa Gamkonora, Talaga, Gamsungi dan Tahafo karena dengan adanya Dodengo maka masyarakat desa yang terdiri dari empat desa tersebut dapat menjalin hubungan silaturahmi yang baik. Dalam pelaksanaan Dodengo ke empat masyarakat desa tersebut timbul rasa saling memaafkan, mengasihi, menghormati dan saling membantu antar sesama. Pesan-pesan persaudaraan dan tali silaturrohmi tetap terjalin sampai hari ini dengan ada budaya dodengo ini.
References
Aliasin Hi Kulanca. Hasil Wawancara. 2 Agustus Talag, 2013.
Alo Liliweri, M.S. Dasar-Dasar Komunikasi Antar Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2004.
Amat Mansur. Hasil Wawancara. Talaga, 2013.
Amrin Ahmad. Hasil Wawancara. 06 Juli, Talaga, 2013.
Engkus Kuswarno. Fenomenologi Metode Penelitian Komunikasi : Konsepsi, Pedoman, Dan Contoh Penelitiannya. Bandung: widya padjadjaran, 2009.
Haras Patty. Hasil Wawancara. 06 Agustus, Talaga, 2013.
Hi. Rogu Mansur. Hasil Wawancara. 15 Juli Talaga, 2013.
Hi. Udin Sau. Hasil Wawancara. 4 Agustus, Talaga, 2013.
Jaraningrat, Koent. Kebudayan Mentalitas Dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia, 2022.
Lansib, Saleh. Hasil Wawancara. 06 Juli Helmahera Barat, 2013.
Litiloly, Yasrit. Hasil Wawancara. 18 Juli Desa Talaga, 2013.
Patty, Mahmud. Wawancara. 13 Juli Helmahera Barat, 2013.
Peursen, Van. Kebudayaan. Yogyakarta: Kanasius, 1978.
R, Soekmono. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia. Yogyakarta: PT. Tiara Wacana Yogya, 1987.
Rachmat Kariyanto. Teknik Praktik Riset Komunikasi. Jakarta: Prenada Media Group, 2006.
Rajab Sahib. Hasil Wawancara, 2021.
Rakhmat, Deddy Mulyana Jalaludin. Komunikasi Antar Budaya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2005.
Sahril Duwila. Kesenian Daerah. Bapeda Halmahera Bara: Bapeda, 2013.
Downloads
Published
Issue
Section
Citation Check
License
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.